PERKUAT PAKEM TRADISI DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN: HASIL TM WIMBAKARA NGARDI TAPEL OGOH-OGOH
Luh Yuni Ristayani 18 Februari 2026 14:27:06 WITA
KUBUTAMBAHAN – Dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa Bali, Pemerintah Desa Kubutambahan menggelar lomba (Wimbakara) yang unik dan sarat makna, yakni Ngardi Tapel Ogoh-Ogoh Sebahu Saking Luu (Limbah).
Bertempat di Ruang RBM Kantor Perbekel Kubutambahan pada Rabu, 18 Februari 2026, telah dilaksanakan Technical Meeting (TM) yang mempertemukan panitia, guru pendamping, serta perwakilan peserta didik jenjang SD se-Desa Kubutambahan. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan teknis krusial yang akan menjadi acuan utama dalam proses perlombaan.
Menegaskan Semangat Pengolahan Limbah
Ketua Panitia menekankan bahwa inti dari kompetisi ini adalah kreativitas dalam mengolah limbah menjadi karya seni yang bernilai tinggi. Berdasarkan hasil diskusi, berikut adalah poin-poin kesepakatan yang wajib dipatuhi:
- Kerangka dan Struktur Utama
Penyelenggara mewajibkan penggunaan bambu atau bahan limbah keras lainnya (seperti kayu sisa atau kardus tebal) sebagai tulang punggung karya.
Larangan: Peserta dilarang keras menggunakan kawat besi tebal maupun rangka las. Penggunaan bahan alami dan limbah adalah harga mati dalam penilaian.
- Detail Wajah dan Material Pelapis
Untuk mencapai estetika wajah tapel yang halus, peserta diperbolehkan menggunakan plester plastik. Namun, penggunaan clay (lempung sintetis) atau tanah liat dilarang guna memastikan bahan utama tetap berasal dari olahan kertas atau koran bekas.
- Estetika dan Ornamen Pendukung
Pewarnaan diperbolehkan menggunakan cat (poster, cat air, atau sisa cat tembok). Sementara untuk ornamen seperti perhiasan dan rambut, peserta didorong untuk se-kreatif mungkin memanfaatkan barang bekas:
- Bungkus kopi untuk perhiasan/payet.
- Karung goni untuk tekstur rambut.
Standar Penilaian dan Orisinalitas
Dewan Juri yang didatangkan langsung dari IAHN Mpu Kuturan Singaraja akan menerapkan standar penilaian yang ketat, meliputi:
- Akurasi Ukuran: Tinggi karya dihitung dari atas alas (tumpuan) hingga bagian tertinggi hiasan kepala (gelungan). Ketidaksesuaian ukuran dapat berujung pada diskualifikasi.
- Murni Karya Siswa: Mengingat proses pengerjaan dilakukan di sekolah, guru pendamping wajib memastikan bahwa siswa adalah aktor utama. Karya yang merupakan hasil buatan guru atau membeli jadi akan mendapatkan pengurangan nilai yang signifikan.
Penutup
Seluruh aturan tambahan ini bersifat mengikat. Dengan adanya koordinasi yang matang melalui Technical Meeting ini, diharapkan Wimbakara Ngardi Tapel di Desa Kubutambahan tidak hanya melahirkan seniman muda berbakat, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pengolahan limbah.
Komentar atas PERKUAT PAKEM TRADISI DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN: HASIL TM WIMBAKARA NGARDI TAPEL OGOH-OGOH
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- WUJUDKAN TRANSPARANSI: INSPEKTORAT BULELENG LAKUKAN UJI FISIK BANGUNAN RUANG BELAJAR MASYARAKAT(RBM)
- WUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT, POSYANDU SARI TAPAK DARA GELAR LAYANAN KESEHATAN TERPADU
- PERKUAT PAKEM TRADISI DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN: HASIL TM WIMBAKARA NGARDI TAPEL OGOH-OGOH
- LAYANAN TANPA BATAS: DISDUKCAPIL BULELENG GENCARKAN PEREKAMAN E-KTP 'DOOR TO DOOR'
- BERSATU PULIHKAN LINGKUNGAN: DESA KUBUTAMBAHAN GELAR AKSI GOTONG ROYONG BESAR DI TPA BUKIT TELETUBIS
- SAMBUT TAHUN BARU IMLEK 2577, PEMERINTAH DESA KUBUTAMBAHAN PERKUAT SEMANGAT TOLERANSI
- DESA KUBUTAMBAHAN PERKETAT TATA KELOLA SAMPAH: PENUTUPAN TPS TUKAD AMPEL DAN WAJIB PILAH DARI SUMBER














