BAHAS PERSIAPAN MUSIM TANAM, SUBAK ABIAN MELANTING KAJA GELAR PARUMAN

Luh Yuni Ristayani 26 Mei 2026 12:38:57 WITA

KUBUTAMBAHAN – Dalam rangka memperkuat tata kelola pertanian dan memastikan kesiapan menghadapi musim tanam mendatang, krama Subak Abian Melanting Kaja menggelar paruman (rapat adat) rutin. Pertemuan penting ini dilaksanakan pada Minggu (24/5/2026) bertempat di Balai Subak setempat, Banjar Dinas Sari Tapak Dara, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Paruman ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus (prauru) subak serta seluruh anggota krama Subak Abian Melanting Kaja. Suasana rapat berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan, di mana para petani saling bertukar pikiran demi kemajuan sektor pertanian di wilayah mereka.

Bahas Tata Kelola Pengairan hingga Evaluasi Iuran

Paruman kali ini secara khusus memfokuskan pembahasan pada beberapa agenda strategis organisasi dan teknis lapangan. Salah satu poin utama yang dibahas adalah tata kelola pengairan dan pemetaan persiapan menjelang musim tanam yang akan datang. Langkah antisipatif ini dinilai sangat penting agar seluruh anggota subak memiliki kesiapan yang sama dalam mengolah lahan, sehingga produktivitas hasil panen nantinya dapat meningkat secara optimal.

Selain masalah teknis pertanian, dalam paruman ini juga dilakukan evaluasi internal organisasi, termasuk pembahasan mengenai iuran wajib krama subak. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kas subak dipaparkan secara jelas oleh pengurus guna menjaga kepercayaan seluruh anggota dan memastikan program kerja subak dapat berjalan berkelanjutan.

Mempererat Kedharman Berlandaskan Tri Hita Karana

Lebih dari sekadar pertemuan formal, paruman rutin ini menjadi wadah krusial untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga semangat gotong royong (kedharman) antar-anggota subak di Banjar Dinas Sari Tapak Dara.

Ketua Subak Abian Melanting Kaja menyampaikan bahwa seluruh hasil kesepakatan yang dicapai dalam paruman ini diharapkan mampu menjaga keharmonisan di lingkungan pertanian. Upaya ini senantiasa berlandaskan pada konsep Tri Hita Karana—menjaga hubungan baik antara manusia dengan Tuhan (melalui ritual keagamaan di subak), manusia dengan sesama (melalui musyawarah), dan manusia dengan alam (melalui perawatan lahan pertanian).

Kegiatan paruman berjalan dengan tertib, aman, dan lancar dari awal hingga akhir. Pertemuan kemudian diakhiri dengan doa bersama (parama santih) demi keselamatan, kerahayuan, serta kesuburan lahan pertanian yang mereka kelola agar mendapatkan hasil yang melimpah pada musim panen nanti.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Kubutambahan

tampilkan dalam peta lebih besar