MENUJU DESA MANDIRI SAMPAH: PERBEKEL KUBUTAMBAHAN GELAR KOORDINASI STRATEGIS PENATAAN SAMPAH PASAR

Luh Yuni Ristayani 22 Februari 2026 19:39:11 WITA

KUBUTAMBAHAN – Menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan yang kian mendesak, Pemerintah Desa Kubutambahan melaksanakan koordinasi intensif bersama pengelola pasar, tokoh adat, dan pelaku usaha. Pertemuan ini bukan sekadar membahas tumpukan sampah, melainkan upaya kolektif mencari titik temu dan solusi konkret demi kenyamanan bersama.

Fokus pada Solusi, Bukan Sekadar Masalah

Perbekel Kubutambahan, Gede Pariadnyana, SH., NLP., CPM., menegaskan bahwa pemerintah desa saat ini berfokus pada langkah preventif dan edukatif. Terdapat beberapa titik rawan penumpukan sampah yang menjadi perhatian serius, yakni Gang Arjuna, area pasar, dan pertigaan desa.

"Kami tidak ingin hanya berfokus pada masalah yang ada, melainkan bagaimana kita memperoleh solusi. Petugas kebersihan pasar diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengedukasi warga mengenai pemilahan sampah berbasis sumber (PSBS)," ujar Gede Pariadnyana.

Kendala dan Rencana Pengelola Pasar

Pihak pengelola pasar mengungkapkan bahwa edukasi pemilahan sebenarnya telah berjalan. Namun, kendala jadwal pengangkutan yang tidak rutin sering kali menyebabkan sampah yang sudah terpilah menjadi tercampur kembali.

Untuk meningkatkan pengawasan, pengelola pasar berencana menambah cakupan CCTV. Saat ini sudah terpasang di 13 titik, namun area pembuangan sampah akan segera dipantau untuk memastikan apakah produksi sampah murni dari pedagang atau oknum warga yang membawa sampah dari luar.

Usulan Pengelola Pasar:

  • Pengangkutan sampah pasar dilakukan minimal 3 kali seminggu.
  • Tindak lanjut tegas bagi oknum yang membuang sampah rumah tangga ke area pasar.

Sinergi Aset dan Suara Pelaku Usaha

Sekretaris Pengelolaan Pasar mengingatkan bahwa situasi ini telah masuk kategori "Darurat Sampah". Sebagai bentuk dukungan, Tim Aset Desa Adat telah memberikan lampu hijau penggunaan lahan di sebelah selatan area Teletubbies untuk pengelolaan sampah.

Di sisi lain, keluhan datang dari pelaku usaha di sekitar pasar, salah satunya pemilik JFC/Enteg Sedana. Bau sampah yang menyengat diakui sangat mengganggu kenyamanan pelanggan. Sebagai bentuk komitmen, pihak pengusaha siap memberikan sumbangan swadaya jika tempat sampah dipindahkan ke sisi barat pasar dan pengangkutan dilakukan secara rutin.

Tanggapan dan Langkah Nyata Pemerintah Desa

Menutup diskusi tersebut, Perbekel Kubutambahan memaparkan lima poin strategis sebagai tindak lanjut:

  1. Kemandirian Desa: Mengingat TPA Bengkala diprediksi akan overload dan ditutup pada tahun 2029, Desa Kubutambahan harus mandiri dalam mengelola sampah.
  2. Jadwal TPA: Saat ini desa mendapatkan izin membuang sampah ke TPA Bengkala sebanyak 2 kali seminggu.
  3. Edukasi Langsung: Pemerintah desa akan turun langsung ke pasar untuk memberikan edukasi praktis pemilahan sampah kepada pedagang.
  4. Evaluasi Lahan: Lokasi selatan Teletubbies yang sempat ditinjau bersama BPD dinilai kurang sesuai, sehingga pencarian lokasi alternatif masih terus dilakukan.
  5. Kendala Anggaran: Rencana pengadaan alat pengolah sampah masih menjadi tantangan akibat adanya pemotongan anggaran, namun tetap menjadi prioritas kerja pemerintah desa.

Aksi Nyata Minggu Pagi

Sebagai langkah awal yang paling dekat, seluruh elemen masyarakat diundang untuk melaksanakan Gotong Royong Bersama pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 22 Februari
  • Waktu: 07.00 WITA – Selesai

Mari kita wujudkan Kubutambahan yang bersih, asri, dan nyaman untuk semua.

 

 

Komentar atas MENUJU DESA MANDIRI SAMPAH: PERBEKEL KUBUTAMBAHAN GELAR KOORDINASI STRATEGIS PENATAAN SAMPAH PASAR

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Kubutambahan

tampilkan dalam peta lebih besar