RAYAKAN TUMPEK WARIGA, SUBAK TAMBAHAN GELAR PARUMAN KHUSUS

Luh Yuni Ristayani 26 Mei 2026 12:46:51 WITA

KUBUTAMBAHAN – Bertepatan dengan hari suci Tumpek Wariga (yang juga dikenal sebagai Tumpek Uduh atau Tumpek Bubuh), krama Subak Tambahan melaksanakan kegiatan Paruman (rapat adat) khusus. Pertemuan yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan pada Sabtu (23/5/2026), bertempat di Balai Subak setempat, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Paruman khusus ini dihadiri secara langsung oleh Pekaseh, jajaran pengurus (prauru), serta seluruh pengayah dan anggota Subak Tambahan. Selain unsur internal subak, pertemuan ini juga mendapatkan pengamanan serta atensi dari pihak Bhabinkamtibmas desa guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Selaraskan Ritual Keagamaan dan Tata Kelola Pertanian

Sebagai hari yang dikeramatkan untuk memuja manifestasi Tuhan sebagai Sang Hyang Sangkara (penguasa tumbuh-tumbuhan), momentum Tumpek Wariga di Subak Tambahan ini diawali dengan pelaksanaan persembahyangan bersama. Ritual ini digelar sebagai wujud rasa syukur yang mendalam atas kesuburan tanah, kelimpahan air, serta hijaunya tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber kehidupan utama masyarakat petani di Desa Kubutambahan.

Setelah prosesi ritual keagamaan selesai, agenda langsung dilanjutkan dengan pembahasan paruman khusus yang menyasar ranah praktis operasional subak. Beberapa agenda strategis yang dibahas secara mendalam meliputi:

  • Koordinasi Tata Kelola Air: Memetakan sistem pembagian debit air yang adil bagi seluruh petak lahan anggota.
  • Persiapan Musim Tanam: Menyusun kalender pertanian menyongsong musim tanam mendatang guna mengoptimalkan hasil produksi panen.
  • Evaluasi Awig-Awig Subak: Meninjau kembali aturan adat (awig-awig) internal subak agar tetap relevan dalam menjawab tantangan dan dinamika pertanian saat ini.

Implementasi Nyata Konsep Tri Hita Karana

Pekaseh Subak Tambahan menyampaikan bahwa sinergi antara pembahasan teknis pertanian dan pelaksanaan ritual Tumpek Wariga merupakan wujud nyata dari penerapan konsep filosofis Tri Hita Karana di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, hubungan harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta (Parahyangan), manusia dengan sesama petani melalui musyawarah (Pawongan), serta manusia dengan alam dan lingkungan sekitar (Palemahan) dapat terjaga secara seimbang demi keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Subak Tambahan.

Pertemuan yang sarat dengan nilai budaya dan religius ini berjalan dengan sangat lancar. Melalui mufakat yang tercapai, diharapkan seluruh komitmen yang telah disepakati mampu membawa keberkahan, kerahayuan, serta hasil panen yang melimpah bagi seluruh krama tani ke depannya.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Kubutambahan

tampilkan dalam peta lebih besar