PENANGANAN SAMPAH PECARUAN: MENJAGA KESUCIAN DESA PASCA UPACARA TAWUR KESANGA
Luh Yuni Ristayani 17 Maret 2026 09:38:23 WITA
KUBUTAMBAHAN – Rangkaian upacara Hari Suci Nyepi Saka 1948, khususnya ritual Tawur Kesanga dan Pecaruan, merupakan wujud syukur serta upaya menjaga keharmonisan alam semesta. Namun, esensi dari menjaga keharmonisan ini tidak berhenti setelah doa selesai diucapkan, melainkan berlanjut hingga pengelolaan sisa-sisa upakara atau sampah pecaruan.
Pemerintah Desa Kubutambahan mengeluarkan himbauan penting bagi seluruh krama untuk lebih bijak dalam menangani sampah hasil pecaruan. Hal ini bertujuan agar nilai religius dari upacara yang telah dilaksanakan tetap sejalan dengan kebersihan dan kesucian lingkungan desa.
Langkah Nyata Menjaga Kebersihan Desa
Untuk memastikan lingkungan tetap asri dan sehat pasca upacara, seluruh masyarakat diharapkan mengikuti panduan berikut:
- Dilarang Membuang Sampah di Pinggir Jalan/Sungai Sisa banten atau sarana upakara yang dibuang sembarangan di pinggir jalan maupun ke aliran sungai tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga dapat menyumbat saluran air dan mencemari ekosistem.
- Pemilahan Sampah dari Rumah Masyarakat dihimbau untuk memilah sampah sisa upakara sejak dari rumah. Pisahkan antara sampah organik (seperti janur, bunga, dan sisa makanan) dengan sampah non-organik (seperti plastik pembungkus atau sarana lainnya).
- Membuang ke TPS/Transfer Depo Setelah dipilah, sampah harus dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau Transfer Depo di wilayah masing-masing. Hal ini dilakukan agar proses pengangkutan oleh petugas kebersihan menjadi lebih efektif dan teratur.
Kebersihan adalah Bagian dari Kesucian
Kepatuhan setiap rumah tangga dalam mengelola sampah pecaruan adalah bentuk nyata dari penerapan konsep Tri Hita Karana, khususnya Palemahan—hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungannya.
Mari kita buktikan bahwa krama Buleleng, khususnya warga Kubutambahan, tidak hanya taat dalam menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih, kesucian desa pasca Nyepi akan tetap terjaga.
Mari Jaga Kebersihan, Mari Jaga Kesucian Desa!
Komentar atas PENANGANAN SAMPAH PECARUAN: MENJAGA KESUCIAN DESA PASCA UPACARA TAWUR KESANGA
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- PASTIKAN TEPAT SASARAN, DESA KUBUTAMBAHAN TETAPKAN 15 KPM BLT DESA TAHUN 2026 MELALUI MUSDESUS
- MENJAGA WARISAN LELUHUR: DESA KUBUTAMBAHAN GELAR PEMBINAAN NYURAT LONTAR BAGI GENERASI MUDA
- PENANGANAN SAMPAH PECARUAN: MENJAGA KESUCIAN DESA PASCA UPACARA TAWUR KESANGA
- JAGA TUMBUH KEMBANG BALITA, DESA KUBUTAMBAHAN GELAR KEGIATAN RUTIN POSYANDU PENGIPUAN
- JAGA TUMBUH KEMBANG BALITA, DESA KUBUTAMBAHAN GELAR KEGIATAN RUTIN POSYANDU SEKAR JEPUN
- PASTIKAN BANTUAN TEPAT SASARAN, PEMERINTAH DESA KUBUTAMBAHAN TERIMA KUNJUNGAN VERIFIKASI KURSI RODA
- SINERGI PEMDES KUBUTAMBAHAN DAN PUSKESMAS KBT I DALAM WUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT DENGAN GELAR CKG












